Persekusi dan cara menghindarinya...... - Resonansi.id

Cerita | Penelusuran | Rangkuman | Tutorial

Hot

Post Top Ad

Friday, June 02, 2017

Persekusi dan cara menghindarinya......


Setelah video penganiayaan Putra Mario Alvian Alexander (15) oleh sekelompok orang menjadi viral,kita mengenal kosa kata baru yaitu persekusi.Untuk diketahui pada tanggal 28 Mei 2017, Putra Mario Alvian Alexander digeruduk sejumlah orang dari ormas tertentu karena mengunggah postingan yang dianggap menghina Imam Besar FPI.

Menurut Wikipedia persekusi adalah perlakuan buruk atau penganiayaan secara sistematis oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lain, khususnya karena suku, agama, atau pandangan politik.

Persekusi adalah salah satu jenis kejahatan kemanusiaan yang didefinisikan dalam statuta Roma,yaitu sebuah perjanjian untuk membentuk Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court) untuk mengadili tindak kejahatan kemanusiaan dan memutus rantai kekebalan hukum (impunity). Dari 148 negara peserta konferensi; 120 mendukung, 7 menentang dan 21 Abstain. Statuta Roma telah disetujui PBB dalam konfrensi Diplomatik Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tanggal 17 Juli 1998. 

Persekusi dapat dikategorikan lebih dari sekedar main hakim sendiri.Persekusi dibuat secara terencana dan bukan kegiatan yang bersifat spontan.Damar Junianto pegiat Koalisi Anti Persekusi dari SAFE Net (Southeast Asia Freeedom of Expression Network) dalam twitnya menyebutkan ada empat tahapan persekusi.

1.Mentrackdown orang-orang yang melakukan ujaran mengandung penghinaan.Sebuah grup di facebook membagikan poster ajakan agar anggotanya mendata siapa saja yang mengunggah meme atau postingan yang bersifat penghinaan terhadap agama Islam dan ulama.

2.Menginstruksikan massa untuk memburu target yang sudah dibuka identitas,foto,alamat rumah/kantor

3.Melakukan aksi geruduk dengan membawa massa ke kediaman/rumah target.
4.Dibawa ke polisi dikenakan pasal 28 ayat 2 UU ITE atau pasal 156a KUHP.

Tidak habis hanya sampai tahap 4 sebenarnya,setelah target diketemukan baik dibawa ke kepolisian ataupun di paksa untuk minta maaf dengan membubuhkan surat pernyataan di atas kertas bermeterai,maka hasil buruan tadi kembali diunggah untuk disebarkan dimedia social.Tentu saja akan ditambah bumbu caci maki di kolom komentar.

Tidak dapat dipungkiri,persekusi merupakan sebab akibat dari maraknya penggunaan medsos yang terkadang berada diluar batas kewajaran.Di lain pihak semestinya kebebasan berpendapat juga tidak dibelenggu dengan segala bentuk intimidasi.

Ancaman Hukuman Persekusi

Dikutip dari Detik, Kabag Mitra Biro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Kombes Awi Setiyono mengatakan tindakan persekusi itu bisa diancam pidana.Setidaknya ada tiga pasal yang dapat menjerat pelaku persekusi.

Pasal 368 Ayat 1 KUHP:
Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagaian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan, dengan pidana penjara maksimum 9 tahun.
Pasal 351 KUHP Ayat 1:
Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah'.
Pasal 170 Ayat 1:
Barang siapa yang di muka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, dihukum penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan.
Cara menghindari persekusi.

Pada masa awal-awal menggunakan facebook,rasanya unggahan status di facebook hanyalah hal yang bersifat ringan,lucu-lucuan dan candaan belaka.Ada beberapa yang mengunggah traveling ke suatu tempat atau pamer makan bersama teman.Kalaupun ada mengunggah tulisan yang panjang dan agak serius, biasanya ditaruh di notes.

Belakangan menjelang Pemilu 2014,lini masa berubah menjadi liar,brutal dan ganas.Saling ejek dan saling hujat tak pernah berhenti.Diperparah lagi dengan banyaknya media-media online partisan yang beritanya berisi penggiringan opini belaka.

Maka,untuk menghindari persekusi harus di mulai dari diri sendiri.
  • Hindarilah postingan yang hanya berisi makian atau hujatan.Tentu saja boleh melakukan kritik atau pendapat terhadap sebuah peristiwa,namun semuanya mesti dibungkus dalam sebuah tulisan yang akurat berdasarkan fakta dan data.Kalaupun unggahan itu berupa meme ,mestinya tidak berupa meme yang bersifat menghina atau merendahkan pihak lain.
  • Menghindari perdebatan yang berlarut-larut.Ketika seseorang sudah terpolarisasi dalam sebuah kubu,biasanya susah untuk dikasih masukan.Apalagi referensi bacaanya pun media-media partisan.Repotnya ketika disodorkan fakta mereka akan bilang sebagai berita hoax.Sia-sia anda menghabiskan energi dalam perdebatan seperti ini.Salah-salah anda tidak mampu menahan emosi dan keluarlah perkatan-perkataan yang tak patut.
  • Menghubungkan dengan kenalan,teman sekolah ataupun relasi lain di facebook memang penting,namun tidak disarankan untuk memberi keterangan yang terlalu detail,terkecuali anda penjual online yang ingin memberitahukan keberadaan took anda.Dengan tidak mengisi keterangan secara detail,setidaknya fasilitas online tidak akan gampang melacak keberadaan anda.
  • Memfilter atau membatasi diri membaca konten-konten yang sekiranya akan membuat anda meletup emosinya.Kalau anda terus-terusan membaca konten yang membuat anda emosi,maka anda tergoda untuk terus berdebat dan berbantahan tanpa ujung.

Setiap kesalahan  pastinya harus diproses secara hukum,tidak terkecuali unggahan bermuatan hate speech di media sosial.Namun apabila anda menghadapi persekusi yang mengancam keselamatan anda dan keluarga atau menghadapi intimidasi di tempat pekerjaan,anda bisa melaporkan ke Koalisi Anti Persekusi. Koalisi Antipersekusi itu terdiri dari puluhan organisasi masyarakat sipil, di antaranya: AJI, Gusdurian, YLBHI, GP Ansor, SAFENet, Mafindo, Yayasan Pulih, Lakpesdam NU, PSHK, LBH Pers, Perempuan Indonesia Anti Kekerasan.


Sumber :
1. Elsam
2. Detik dan Detik

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad