Mengetahui lebih lanjut tentang kanker serviks............. - Resonansi.id

Cerita | Penelusuran | Rangkuman | Tutorial

Hot

Post Top Ad

Sunday, June 11, 2017

Mengetahui lebih lanjut tentang kanker serviks.............


Meninggalnya Julia Perez setelah berjuang melawan kanker serviks stadium IV mengingatkan kita betapa pentingnya pemeriksaan kesehatan secara dini.Dalam banyak kasus,kehadiran kanker baru disadari ketika telah mencapai stadium akut. 

Kanker serviks sendiri adalah kanker yang menyerang leher rahim.Kanker serviks terjadi saat sel abnormal pada serviks tumbuh tak terkendali.Meskipun demikian,tidak setiap sel abnormal dalam serviks adalah kanker.Sel-sel abnormal,yang dalam hal ini disebakan virus HPV (Human Papilloma Virus),diketahui berjumlah 100 jenis HPV dengan 13 diantaranya merupakan pemicu kanker serviks.

Gejala-gejala kanker serviks
Pada stadium awal, kanker serviks tidak menunjukkan gejala yang khusus.Seiring perkembangan kanker terlihat gejala-gejala kecil yang seringkali diabaikan :
  • Keputihan vagina yang tidak biasa.Menurut dr Unedo, SpOG(K)Onk dari RSUD WZ Yohanes Kupang, keputihan yang terjadi bukanlah keputihan biasa.Keputihan yang mengiringi kanker serviks biasanya tidak sembuh-sembuh, berwarna kuning kehijauan, berbau serta gatal.
  • Perdarahan vagina diantara periode menstruasi
  • Pendarahan setelah menopause
  • Perdarahan atau nyeri saat berhubungan seks

Penyebab kanker serviks
Hal-hal berikut akan meningkatkan resiko terkena kanker serviks:
  • Merokok 
  • Punya banyak anak 
  • Menggunakan pil KB untuk waktu yang lama 
  • Positif HIV atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Hubungan seks yang tidak aman.Kanker serviks dapat menular melalui hubungan sexual baik hubungan sexual per vaginal maupun oral.Laki-laki pengidap HPV dapat menularkan virus HPV ke pasangan wanitanya sehingga menyebabkan timbulnya kanker serviks. 
  • Kondisi organ reproduksi.Kondisi organ reproduksi yang belum matang dapat menjadi pemiu timbulnya kanker serviks.Hal ini terjadi pada pasangan pernikahan usia dini. 
  • Melakukan hubingan sexual dengan berganti-ganti pasangan. 
  • Kurangnya menjaga kebersihan organ reproduksi

Deteksi dini kanker serviks

Deteksi dini salah satu cara meminimalkan resiko kanker serviks.Dengan deteksi dini menjadi gejala kanker serviks dapat diketahui pada tahap awal saat kanker masih muda dan belum bersifat invasif.Agar lebih efektif disarankan untuk melakukan pemeriksaan kanker seara rutin setidaknya dalam jangka 1 tahun sekali.Metode-metode yang dikenal untuk melakukan deteksi dini kanker sebagai berikut :

1. IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat)
Inspeksi Visual dengan Asam Asetat atau yang lebih dikenal dengan IVA, merupakan metode yang dapat digunakan juga untuk deteksi dini kanker serviks. Metode ini memeriksa serviks dengan cara melihat langsung (dengan mata telanjang) serviks setelah memulasnya dengan larutan asam asetat 3-5%. Setelah laurat asam asetat diteteskan maka akan terlihat reaksinya.Bila warna serviks berubah menjadi keputih-putihan, kemungkinan positif terdapat kanker. Asam asetat ini berfungsi menimbulkan dehidrasi sel yang membuat penggumpalan protein, sehingga sel kanker yang berkepadatan protein tinggi berubah warna menjadi putih.

2. Papsmear
Papsmear dilakukan dengan cara memasukkan alat bernama spekulum ke dalam mulut vagina. Alat ini bisa memperluas lapang pandang dengan membuka mulut vagina sehingga area serviks dan vagina bisa diperiksa lebih teliti. Setelah itu, sampel sel-sel pada serviks akan diambil memakai spatula (seperti sendok kecil bertangkai panjang) plastik dan sikat kecil. Sel-sel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium untuk diuji.

3. Gabungan test Liquid Base Cytology (LBC) dan HPV DNA.
Tes ini menggunakan cairan yang berasal dari mulut rahim wanita. Selanjutnya, cairan dari mulut rahim tersebut diberi cairan fiksasi untuk menentukan adanya virus HPV. Metode ini berbeda dengan pap smear yang menggunakan sel padat sebagai bahan uji.

LBC dipandang memiliki tingkat akurasi yang tinggi.LBC memiliki sensitivitas 99-100 persen dan melengkapi hasil pemeriksaan dengan test HPV DNA,Apabila hasil pemeriksaan mengunakan metode LBC dan HPV DNA menunjukkan hasil negatif, maka pasien disarankan untuk melakukan pemeriksaan ulang dalam periode 3-5 tahun.Biaya pemeriksaan LBC dan HPV DNA dalam satu paket per 10 Pebruari 2014  di RSCM Jakarta adalah Rp. 700.000,- sampai dengan Rp. 750.000,-

Tahapan kanker.
Tahapan kanker yang bersifat aktif dan invasive terbagi dalam 4 stadium :
  • Stadium I - kanker telah tumbuh di luar serviks dan rahim, namun belum menyebar ke dinding panggul atau bagian bawah vagina. 
  • Stadium II - kanker telah menyebar ke bagian bawah vagina atau dinding panggul. 
  • Stadium III meluas ke bagian bawah vagina dan bisa menghalangi aliran urin. Ini belum menyebar ke kelenjar getah bening. 
  • Stadium IV - ini adalah tahap paling awal dari kanker serviks. Kanker telah menyebar ke organ terdekat atau bagian tubuh lainnya.
Pengobatan
  • Apabila kanker belum berkembang melewati stadium II, dokter biasanya akan melakukan operasi untuk mengangkat jaringan yang mungkin mengandung kanker.
  • Terapi radiasi eksternal menggunakan sinar-X berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker di area yang ditargetkan. Ini juga dapat membantu menghancurkan sisa sel kanker setelah operasi.
  • Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk mencapai kanker di seluruh tubuh. Ketika kanker serviks telah menyebar ke organ yang jauh, kemoterapi mungkin merupakan pilihan pengobatan utama.Kemoterapi menyebabkan efek samping seperti :kelelahan, mudah memar, rambut rontok, mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan.
Catatan :
  • Perawatan kanker menyebabkan efek samping lelah dan kehilangan nafsu makan.Penting untuk tetap mengkonsumsi kalori dengan cukup untuk mempertahankan kondisi tubuh anda.
  • Pengobatan untuk kanker serviks dalam kondisi tertentu sering melibatkan pengangkatan rahim dan menghilangkan kesempatan untuk memilik keturunan.
Pencegahan
Menurut Webmd sekarang telah tersedia vaksin untuk menangkal kedua jenis HPV yang terkait erat dengan kanker serviks.Selama periode enam bulan dibutuhkaan vaksin Cervarix dan Gardasil sebanyak tiga dosis. Studi menunjukkan bahwa vaksin tersebut efektif untuk mencegah infeksi kronis dengan dua jenis HPV yang menyebabkan 70% kanker serviks.

Di negara kita pemberian vaksin HPV dilakukan sejak usia dini.Seperti yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta yang memberikan vaksin kanker serviks secara gratis kepada siswa kelas V SD pada Oktober 2016 lalu.Meski demikian tidak ada kata terlambat bagi perempuan dewasa yang belum mendapatkan vaksin HPV.Perempuan usia sexual aktif disarankan melakukan vaksinasi HPV untuk pencegahan kanker serviks.

Tak dapat dipungkiri bahwa harga mahal memang menjadi kendala untuk melakukan vaksinasi HPV.Pemerintah Propinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan memberikan subsidi untuk vaksin kanker serviks itu. Ahok (saat masih menjabat Gubernur) menyebut harga satu vaksin kanker serviks sebesar Rp 750.000.

Referensi :
  • http://lifestyle.kompas.com/read/2014/02/10/1140066/Tes.Kanker.Serviks.Lebih.Akurat.dengan.LBC
  • https://niamenulis.wordpress.com/2013/12/09/inspeksi-visual-dengan-asam-asetat-iva/
  • https://health.detik.com/read/2017/06/11/154333/3527063/763/infografis-penyebab-kanker-serviks-kenali-agar-bisa-dicegah
  • https://health.detik.com/read/2017/06/10/200021/3526687/763/deteksi-dini-kanker-serviks-siapa-saja-yang-wajib-melakukannya
  • http://www.webmd.com/cancer/cervical-cancer/cervical-cancer-topic-overview#1
  • http://www.alodokter.com/deteksi-dini-kanker-serviks-dengan-pap-smear
  • http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170610152829-255-220808/tujuh-hal-yang-harus-diketahui-perempuan-soal-kanker-serviks/2
  • https://health.detik.com/read/2017/06/10/155443/3526508/763/berbagai-penyebab-kanker-serviks-penyakit-yang-merenggut-nyawa-jupe
  • http://www.prodia.co.id/id/InfoKesehatan/PenyakitDiagnosisDetails/cegah-kanker-serviks-dengan-hpv-dna

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad